Selasa, 11 November 2008

Kotoran Sapi Disulap Jadi Biogas

Bisa Nyalakan Kompor Tiga Jam

RADAR JOGJA- BANTUL - Krisis energi membuat warga Sitimulyo Kecamatan Piyungan kreatif. Warga memanfaatkan limbah kotoran ternak menjadi sumber energi alternatif. Inovasi tersebut telah dilakukan sejak setahun lalu. Warga memanfaatkan kotoran sapi menjadi biogas. Upaya kreatif tersebut terbukti mengurangi limbah kotoran ternak dan menghemat pengeluaran biaya rumah tangga.
Sayangnya, akibat masih mahalnya biaya pemasangan instalasi, banyak warga yang belum bisa memanfaatkan. Padahal, potensi limbah kotoran ternak tersedia cukup banyak di Bantul.

Sarojo, warga RT 02 Dusun Banyakan Sitimulyo yang telah memasang instalasi mengatakan, dibutuhkan Rp 3 juta untuk membuat satu unit. Dana tersebut untuk membuat biogester dari bahan pipa paralon dengan diameter sekitar 30 cm. Panjang delapan meter.

“Biaya itu belum termasuk pipa-pipa untuk menyalurkan gas ke kompor,” terangnya.

Jika dihitung secara matematis, pemanfaatan energi biogas lebih ekonomis dibandingkan menggunakan minyak tanah. Dengan biogester ukuran delapan meter, kotoran sapi setiap hari bisa digunakan menyalakan kompor selama tiga jam.

Energi itu terus bertambah jika setiap saat dimasukkan lagi kotoran ternak yang dicampur air dengan komposisi 1:2.

“Sebenarnya masih banyak warga yang menginginkan memasang instalasi ini. Namun, terbentur mahalnya biaya pembuatan,” kata Sarojo memberi alasan. Akibatnya, warga tidak memanfaatkan meski mempunyai hewan piaraan.

Selain dimanfaatkan untuk energi, kotoran sapi yang telah diambil gasnya ini masih bermanfaat. Yakni, untuk kepentingan pupuk tanaman. Camat Piyungan Saroyo Heriyanto mengatakan, selain kepentingan rumah tangga, biogas juga potensial dikembangkan di sektor industri.

Industri- industri bisa memanfaatkan energi biogas dari kotoran- kotoran sapi milik 26 kelompok dengan jumlah sapi mencapai ribuan ekor.

0 komentar: